SUARA-WALET.ID – Burung walet merupakan tipe jenis burung yang memakan serangga. Gaya terbangnya yang senang meluncur membuat burung ini dapat dengan mudah menangkap serangga. Burung walet menyukai tempat gelap dan remang-remang yang minim sinar matahari. Mereka juga gemar membuat sarang di sudut langit-langit bangunan seperti atap rumah.

Kita bisa menemukan sarang burung walet dengan mudah di bangunan tinggi di wilayah perkotaan.

Efek negatif dari rumah walet

sudah banyak ada, namun masih sering dihiraukan demi keuntungan bisnis.
Baca Juga: Membangun Rumah Walet Yang Ideal Hasilkan Sarang Berkualitas.

Bahkan beberapa orang percaya bahwa sarang burung walet bisa menangkal penuaan dan meningkatkan konsentrasi. Sarang burung walet juga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, berkisar 10-20 juta per kilogramnya, tergantung dengan jumlah peminat dan besaran permintaan yang ada.

Karena nilai ekonomisnya yang tinggi, banyak orang yang melakukan budidaya atau ternak walet dengan tujuan mengambil sarangnya untuk kemudian dijual. Biasanya budidaya walet dilakukan di bangunan khusus yang cukup tinggi.

Bahaya Kesehatan Akibat Walet

Bangunan khusus ternak walet yang dimaksud biasanya terletak di tempat sepi dan jauh dari pemukiman. Namun ada beberapa bangunan ternak walet di perkotaan yang justru terletak dekat dengan pemukiman.

Keberadaan dan aktivitas ternak walet ini justru menimbulkan berbagai macam permasalahan. Mulai dari masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan, ditambah lagi dengan pengaruh efek negatif dari rumah walet pada manusia.

Berikut adalah beberapa  masalah yang muncul akibat aktivitas ternak walet.

    1. Masalah KesehatanBurung walet diketahui dapat menyebarkan virus berbahaya bagi manusia. Virus tersebut dapat tertular pada manusia melalui sarang dan kotorannya. Virus tersebut akan menyerang otak dan syaraf. Manusia yang terkena virus walet akan merasakan pusing, lemas, dan mudah lelah. Apabila virus sudah menyerang organ vital, maka kemungkinan terburuknya adalah kematian.

      Kotoran burung walet yang diternakkan biasanya tidak langsung dibersihkan oleh peternak. Kotoran ini kemudian akan tertimbun dalam jangka waktu yang lama dan dapat menyebabkan penyakit batuk berdarah dan leptospirosis (sejenis penyakit types).

      Kondisi kandang atau bangunan ternak walet yang tertutup, minim ventilasi dengan sedikit sinar matahari dapat mengundang jenis nyamuk berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dan malaria.

    2. Masalah Lingkungan
      Memang burung walet memiliki sarang dengan khasiat yang luar biasa. Namun, aktivitas burung walet yang berisik

      menimbulkan pencemaran suara yang cukup tinggi.

      Tingkat kebisingan yang dihasilkan dari dalam bangunan ternak walet setara dengan kebisingan yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

      1. Masalah SosialKeberadaan peternakan walet juga dapat memancing konflik di antara masyarakat. Konflik yang terjadi akibat kesenjangan ekonomi dan minimnya kesadaran pelaku usaha peternakan untuk menjaga kebersihan bangunan walet, karena bau kotoran walet yang sangat menyengat.

        Burung walet juga dapat menyebabkan kerusakan properti atau bangunan lain yang dekat dengan sarangnya. Hal ini terjadi karena walet juga bersarang di tempat lain dan bersifat merusak.

Memang bisnis ternak burung walet dapat mendatangkan keuntungan yang cukup besar. Namun ada baiknya bagi pelaku bisnis ternak walet untuk memperhatikan lokasi bangunan yang digunakan, sebagaimana yang tertuang dalam aturan pemerintah daerah (Perda no 14 tahun 2012) yang mengatur tentang pengelolaan usaha sarang burung walet.

Harapannya dapat tercipta hubungan mutualisme antara lingkungan dan manusia, sehingga mengurangi efek negatif dari rumah walet yang muncul akbiat keberadaan peternakan burung walet di kemudian hari.
 Mengetahui Dampak Negatif dari Perumahan Burung Walet